Mc888 menerapkan program Pencegahan Pencucian Uang dan Pendanaan Terorisme (AML/CTF) untuk mencegah, mendeteksi, dan melaporkan aktivitas yang berpotensi terkait dengan pencucian uang atau pendanaan terorisme. Program ini berlaku lintas fungsi untuk seluruh pelanggan, transaksi, dan mitra operasional, serta mencakup identifikasi pelanggan, verifikasi identitas, pemantauan transaksi, penilaian risiko, pelaporan kejadian mencurigakan, dan pemeliharaan catatan yang dapat diaudit.
Mc888 menempatkan kepatuhan AML pada tingkat strategis melalui struktur tata kelola yang jelas. Pihak yang memegang tanggung jawab utama atas kepatuhan melapor langsung kepada pimpinan eksekutif dan bertanggung jawab atas pelaksanaan program. Komite Kepatuhan Risiko dibentuk untuk meninjau efektivitas pengendalian secara berkala, sekurang-kurangnya setiap triwulan, serta untuk memastikan alokasi sumber daya yang memadai bagi pelaksanaan kebijakan AML.
Sebelum menjalin hubungan bisnis, Mc888 melakukan identifikasi dan verifikasi identitas pelanggan serta penilaian risiko awal. Pelanggan wajib berusia minimal 18 tahun dan dapat diminta untuk menyediakan dokumen identitas resmi yang sah. Dokumen yang diterima meliputi:
Dokumen harus diserahkan dalam bentuk gambar yang jelas atau hasil pemindaian dalam format jpeg. Ketentuan khusus untuk verifikasi kartu pembayaran mensyaratkan agar hanya enam digit pertama dan empat digit terakhir nomor kartu yang terlihat, sedangkan CVV tidak boleh terlihat. Prosedur verifikasi usia/identitas dan sumber dana dilakukan dalam tujuh (7) hari kerja setelah pembukaan akun atau permintaan verifikasi, dan proses pemeriksaan berlangsung dalam tujuh (7) hari kerja setelah dokumen diterima. Dokumen diakui sebagai bagian dari kepatuhan terhadap peraturan yang relevan dan prinsip perjudian yang bertanggung jawab.
Program ini mengadopsi pendekatan berbasis risiko untuk memantau aktivitas akun. Mc888 menilai risiko pelanggan menggunakan parameter seperti pola transaksi, frekuensi setoran, nilai transaksi, negara asal, serta sumber pendanaan. Pelanggan dikategorikan berdasarkan tingkat risiko, dan klien berisiko tinggi dikenakan pemeriksaan serta due diligence yang ditingkatkan (EDD) secara berkelanjutan. Prosedur pemantauan mencakup perbandingan riwayat transaksi dengan pola aktivitas pelaku, serta pemeriksaan silang antara setoran, perputaran dana, dan penggunaan layanan.
Setiap karyawan wajib melaporkan secara tertulis kepada Penanggung Jawab Pelaporan APU/CTF (MLRO) apabila terdapat pengetahuan, kecurigaan, atau dasar kecurigaan yang wajar bahwa seseorang terlibat dalam pencucian uang atau pendanaan terorisme. Tim AML harus menyusun Laporan Aktivitas Mencurigakan (SAR) dan menindaklanjutinya sesuai dengan prosedur eskalasi yang berlaku. Pelaporan bersifat rahasia dan tidak boleh didiskusikan dengan pihak yang terkait dalam investigasi untuk menjaga integritas penyidikan; pelanggaran terhadap larangan ini dapat dikenai sanksi pidana. Mc888 menegakkan prinsip larangan membocorkan informasi yang dapat mengganggu penyelidikan.
Sebelum memproses penarikan dana, agen AML melakukan penilaian terhadap riwayat setoran pelanggan dan aktivitas permainan untuk memastikan kesesuaian antara pola pergerakan dana dan profil pelanggan. Pembayaran kembali, apabila memungkinkan, diarahkan ke metode pembayaran asal yang digunakan saat setoran dilakukan. Langkah-langkah yang lazim dilakukan meliputi:
Mc888 menetapkan peran-peran penting dalam kepatuhan AML sebagai berikut:
Mc888 menerapkan kebijakan due diligence yang lebih ketat terhadap pelanggan dari negara berisiko tinggi atau yurisdiksi yang diidentifikasi sebagai berisiko tinggi oleh FATF atau otoritas nasional. Mekanisme EDD mencakup verifikasi tambahan atas identitas, sumber dana, dan pemantauan berkelanjutan terhadap hubungan bisnis dengan pihak terkait.
Mc888 memelihara jejak audit yang komprehensif untuk seluruh aktivitas kepatuhan. Pencatatan mencakup identitas pelanggan, prosedur verifikasi, transaksi, pelaporan SAR, pelatihan staf, komunikasi dengan otoritas, dan hasil tinjauan kepatuhan. Penyimpanan catatan dilakukan sesuai dengan kebijakan internal dan peraturan yang berlaku, sekurang-kurangnya selama jangka waktu yang relevan untuk tujuan penyelidikan dan kepatuhan, serta tersedia untuk audit internal maupun eksternal.
Setiap pelanggaran terhadap kebijakan AML, termasuk kegagalan untuk melaporkan kejadian mencurigakan, dapat mengakibatkan tindakan disipliner hingga pemutusan hubungan kerja serta potensi tindakan pidana sesuai dengan hukum yang berlaku. Mc888 menerapkan mekanisme eskalasi yang tepat atas setiap temuan mencurigakan guna menjaga integritas operasional dan kepatuhan terhadap peraturan. Penerapan sanksi dilakukan secara konsisten dan terdokumentasi.
Mc888 menerapkan prosedur penyaringan karyawan yang mencakup verifikasi identitas, referensi independen, dan pemeriksaan latar belakang guna memastikan bahwa personel tidak terkait dengan aktivitas berisiko. Kebijakan keamanan internal juga mencakup perlindungan peralatan, pengendalian akses, manajemen kunjungan, dan kebijakan dokumentasi untuk mencegah penyalahgunaan aset perusahaan.
Kebijakan AML Mc888 ditinjau secara berkala dan paling sedikit satu kali setiap triwulan. Peninjauan mencakup evaluasi atas efektivitas pengendalian, tingkat kepatuhan, serta respons terhadap perubahan regulasi atau ancaman risiko baru. Laporan peninjauan disampaikan kepada pimpinan dan Komite Kepatuhan Risiko untuk tindakan perbaikan yang diperlukan.
